Ibu . . . Begitulah kiranya panggilan seorang anak kepada seseorang yang telah melahirkannya. Tanpa dia, kita takkan pernah ada di kehidupan ini. Beliau adalah Pahlawan tanpa tanda jasa bagiku. Selalu membelai kita disaat kita sedang sedih, dan mencubit kita saat kita sedang nakal. Beliau selalu ada dan siap siaga, saat diman kita sedih maupun sedang gembira. Pengorbanannya sungguh tak tergantikan dengan apapun. Beliau selalu senantiasa mengajari dan melindungi kita dimana pun dan kapanpun. Ibu ibarat sebuah warna dalam hidupku, yang warna itu selalu menghiasi hari-hariku dan sulit untuk menghilangkan bekas warna itu karena kemurniannya.
Tak kuasa aku melihat Ibu meneteskan air mata karenaku. Ingin sekali ku putar waktu ini. Agar aku takkan pernah menyakiti hati Ibu. Kasih sayangnya adalah kekuatanku. Tak pernah beliau mengharapkan apapun, yang ada hanyalah kebahagiaan anak-anaknya. Bahkan ia rela membanting tulang untuk kita dan bekerja keras agar kita bahagia. Tapi terkadang kita tak sadar bahwa kita telah membentak beliau. Tapi seorang Ibu hanya tetap bersabar. Karena beliau ingin agar anak-anaknya menjadi yang terbaik dan beliau rela tidak bahagia asalkan anak-anaknya bahagia. Takkan kulupakan semua Pengorbananmu, perjuanganmu kepadaku Ibu . . .






0 komentar:
Posting Komentar